Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

PION BIDAK LOCAL STAFF BUDAK

  Jangan gagal fokus yak….. dengan cover foto  diatas   yang diplomat itu apartemennya kalo saya mah Cuma Local Staff doang alias pion he he he.... tapi nggak kalah gaya dan keren sama si didi he he he.........                Tapi jangan salah dan sangat menarik, filosofi belajar dari mengamati bagaimana pion ditakdirkan untuk menjadi korban pertama dalam setiap permainan Bidak Catur, demikian juga dengan Local Staf ditakdirkan sebagai kasta terendah dalam sebuah kerajaan kecil. Pion, dianggap sebagai prajurit garda terdepan yang berjuang sebagai benteng pertama yang harus dikorbankan untuk melindungi prajurit atasannya, utamanya adalah raja itu sendiri.    Tapi kebalikannya kalo lagi pose untuk foto bersama posisi pion jadi dibelakang dan raja dan yang lainnya didepan he he he.              Pion dapat juga diumpamakan sebagai anak kecil y...

SURAT "TELEGRAM" PEMBAWA KABAR GEMBIRA

Apa itu Telegram untuk generasi milenial sekarang sebagian besar tidak mengetahuinya, dikarenakan media komunikasi persuratan ini sudah ada sejak jaman kolonial he he he dan kian menghilang seiring dengan perkembangan teknologi digital seperti yang bisa kita nikmati manfaat dari kecanggihannya sekarang ini, sebagai gantinya surat elektronik (E-mail), Whatsapp dan lain sebagainya menjadi media untuk saling bertukar informasi secara cepat. Namun tidak ada salahnya jika saya jelaskan sedikit agar tidak terjadi salah tafsir : Telegram pada masanya menjadi sarana komunikasi untuk mengirimkan berita yang cepat dan singkat melalui media mesin telex (mirip morse), yang terdapat pada kantor pos di setiap wilayah kota besar, kabupaten dan kecamatan. Telegram itu sendiri dikelola oleh Perumtel (Telekom), namun dalam proses pengirimannya bekerjasama dengan Perum Pos & Giro (Pos Indonesia).  Pada prakteknya ketika kita akan mengirimkan berita yang sifatnya penting, kita pergi ke kantor pos,...

MELAMAR MENJADI LOCAL STAFF

Pada suatu hari dipertengahan tahun 1986 yang telah lalu saya  berkunjung ke rumah Om Yanto adik kandung dari Bapak, yang berdomisili di Pondok Bambu, pada kunjungan wa ktu itu, saya     berjumpa dengan Rudi, anak dari tante (adik Bapak yang lain) yang tinggal di Solo, Rudi baru saja menamatkan pendidikan SMAnya, datang ke Jakarta untuk mengadu nasib mencari pekerjaan dan tinggal untuk sementara waktu bersama Om saya itu, dari Rudi-lah saya mendapatkan informasi, bahwa ada lowongan pekerjaan sebagai staf kedutaan Indonesia di luar negeri, yang dia dapat dari Om, dan dia sudah mengirim berkas lamarannya melalui Om saya untuk diserahkan kepada mitra kerjanya di Biro Keuangan Deplu (Kemlu).   Dalam obrolan saya sore itu, dyngan penuh rasa antusias saya tanyakan kepada Rudi, mengenai apa saja persyaratannya agar bisa melamar untuk posisi pekerjaan yang dia katakan tadi. salah satu syaratnya adalah harus bisa berbahasa Inggris Mas, ujarnya, selain itu juga harus bisa meng...

CUMA LULUS SMA MAU JADI APA ??

Tidak terasa waktu ini berjalan sangat cepat rasanya, masih teringat dulu waktu masih balita, kedua orang tua sering mengajak saya jalan2 ke taman remaja (sebelahnya Gedung TVRI) untuk mencari hiburan di sana supaya saya bisa bersenang-senang, trus waktu beranjak, dari TK, SD, SMP, SMA amat disayangkan, karena kondisi perekonomian orang tua, saya tidak bisa menikmati bangku perkuliahan, dan sekarang sudah lebih dari 38 tahun saya meninggalkan bangku SMA itu dengan masa-masa yang indah. Perjalanan hidup itu banyak sekali lika likunya dan dilalui kadang suka tapi juga tidak sedikit merasakan duka pahitnya hidup ini. Tapi bagaimanapun itu puji syukur kehadirat Illa hi Robbi semua bisa dilalui dengan sebagaimana mestinya. Inilah fase pertama dalam kehidupan setelah dewasa, kemana kaki ini akan melangkah kita sendiri yang akan menentukan sebagai pilihan hidup kedepannya. Setiap orang mempunyai keinginan atau cita-cita, sebagai bekal hidup kelak dikemudian hari, Menyandang status penganggura...

NGANTRI CERMIN BUDAYA KEDISIPLINAN ORANG AFRIKA

Saya paling sebel kalo udah ngantri terus ada yang nyelak dan tanpa basa-basi bilang maaf, seperti nggak menghargai jerih payah orang sudah nunggu berjam-jam, baik itu ngantri tiket ataupun ngantri beras atau pembagian sembako, wah kalau yang ini lebih kacau lagi, karena menyangkut urusan perut, susah banget kalo disuruh tertib ngantri. Tapi yang saya salut sama orang-orang dibelahan benua nun jauh disana yang katanya termasuk yang paling terbelakang justru mereka punya rasa disiplin yang sangat tinggi. Pemandangan orang ngantri ini awalnya saya temui di kalangan Masyarakat Zimbabwe di pusat kota (centrum), Jadi waktu itu saya ngelihat orang baris panjang, terus diseberang jalan juga sama ada barisan orang ngantri. Dalam hati saya bilang ... nih orang pada mau ngapain ya.. selidik punya selidik nggak tau nya mereka lagi ngantri untuk beli koran dan yang diseberang jalan satunya ngantri beli roti, padahal waktu itu loper korannya juga belum datang dan pedagang rotinya ...