Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Kran Air dari “BUMI INDONESIA”

Upaya Pemerintah  Indonesia dalam meningkatkan Hubungan luar negeri yang dilandasi politik bebas aktif merupakan salah satu perwujudan dari tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Indonesia perlu meningkatkan hubungan dengan negara lain dalam berbagai bidang, salah satunya adalah hubungan bilateral Indonesia dengan Ethiopia. Indonesia dan Ethiopia mempunyai sejarah hubungan bilateral yang panjang mulai dirintis sejak tahun 1955, ditandai dengan keikutsertaan Ethiopia pada saat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika yang pertama di Bandung dan dilanjutkan dengan KTT Gerakan Non Blok pada tahun 1961. Hubunga bilateral kedua negara mulai dilaksanakan secara formal dengan pembukaan Kedubes RI di Addis Ababa tahun 1964. yang kemudi...

Masihkah Indah “Taman Mini Indonesia Indah” ku.

Taman mini, begitu mendengar nama destinasi wisata ini yang pertama kali saya ingat adalah ketika masa SMP dahulu saya bersama beberapa teman dalam satu kelompok mendapat tugas dari guru sejarah untuk membuat karya tulis mengenai sejarah dan budaya setiap daerah di Indonesia, Sebagai sumber informasi kami memilih Taman Mini sebagai obyek untuk bahan tulisan kami, karena harus bolak balik, maka kami dibekali surat pengantar dari sekolah agar kami bisa masuk secara gratis setiap kali saya dan teman-teman berkunjung ke TMII dalam rangka melaksanakan tugas sekolah tersebut. Tempat yang kami kunjungi untuk mendapatkan bahan tulisan adalah anjungan daerah dari setiap provinsi yang ada di Indonesia, waktu itu ada 27 Propinsi termasuk Timor Timur, dimana disana kita bisa melihat ragam bentuk dan corak bangunan setiap suku yang ada di Indonesia. Bentuk bangunannya adalah representasi dari kebudayaan masing-masing daerah. Pada anjungan daerah juga terdapat pakaian khas daerah, serta aneka j...

MENGENAI PENULIS

              Hary Sudarmanto  lahir di Jakarta tanggal 12 Juni 1965, dari pasangan R.Darwono dan R.A. Sutirahayu, sejak kecil sampai usia 21 tahun,  Hary  mengikuti orang tuanya yang tinggal di Jakarta, Hary  sempat mengenyam pendidikan SD di SDN Cawang Timur Pagi (1971 – 1974) SD Negeri Cipinang Cempedak 09 Pagi (1975 – 1977), SMP Negeri 80 Halim P.K (1978 – 1981).dan SMA Negeri 39 Cijantung, (1981 – 1984) lulus pada usia 19 tahun. Pengalaman bekerjanya dimulai tahun 1987, pada usia 21 tahun, ketika  Hary  menjadi Local Staff Sub Bagian Administrasi di Kedutaan Besar RI di Harare,  Zimbabwe .  Dilingkungan KBRI dia dikenal dengan nama panggilan  Toto . Dengan pendidikannya yang minim  Hary  berusaha menambah pengetahuan dengan mengikuti berbagai kursus untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari, sejak di Harare hingga kini berbagai macam kursus telah diikuti antara lain :  Engli...

KATA PENGANTAR

              Ide untuk menulis  blog  ini datang ketika suatu hari aku melihat-lihat kembali album-album foto keluarga waktu kami berdomisili di Harare, Zimbabwe. Ketika itu anak-anak masih kecili-kecil, sekarang ketika mereka sudah beranjak dewasa, mereka pun banyak bertanya pada saat kami membenahi foto-foto ini, aku langsung sadar bahwa foto ini banyak memiliki kenangan dan mengisahkan pengalaman dan perjalanan hidup aku. Negeri adalah lokasi yang terasa oleh semua panca indera kita. Saat kaki mulai menapak di suatu tempat, maka semua indera kita merasakan apapun yang bisa dilumat, diserap, dicerna dan dinikmati. Semua dapat direkam oleh otak, kamera dijital, perekam video, untuk kemudian dikeluarkan kelak dalam sebuah cerita perjalanan. Mulut dapat berbicara tentang segala yang telah dirasa, tangan dapat menuliskan semua keasyikan pengalaman yang ada.  aku menjadi terinspirasi untuk menulis Otobiografi (pengalamanku ini) ...