Langsung ke konten utama

NGANTRI CERMIN BUDAYA KEDISIPLINAN ORANG AFRIKA



Saya paling sebel kalo udah ngantri terus ada yang nyelak dan tanpa basa-basi bilang maaf, seperti nggak menghargai jerih payah orang sudah nunggu berjam-jam, baik itu ngantri tiket ataupun ngantri beras atau pembagian sembako, wah kalau yang ini lebih kacau lagi, karena menyangkut urusan perut, susah banget kalo disuruh tertib ngantri.

Tapi yang saya salut sama orang-orang dibelahan benua nun jauh disana yang katanya termasuk yang paling terbelakang justru mereka punya rasa disiplin yang sangat tinggi.

Pemandangan orang ngantri ini awalnya saya temui di kalangan Masyarakat Zimbabwe di pusat kota (centrum), Jadi waktu itu saya ngelihat orang baris panjang, terus diseberang jalan juga sama ada barisan orang ngantri. Dalam hati saya bilang ... nih orang pada mau ngapain ya.. selidik punya selidik nggak tau nya mereka lagi ngantri untuk beli koran dan yang diseberang jalan satunya ngantri beli roti, padahal waktu itu loper korannya juga belum datang dan pedagang rotinya juga sama. Setelah mereka datang untuk menjajakan dagangannya para pengantri pun  dengan tertib melakukan transaksi. Sebuah pemandangan langka yang tak pernah saya jumpai di Tanah Air Beta.

Cerita lainnya waktu saya masih ngantor di Holiday Inn hotel yang terletak tidak jauh dari Terminal Bis, berapa kali saya lihat pemandangan aneh setiap sore, pada saat saya  nunggu taxi untuk pulang ke flat (rumah gue), gue sering lihat orang berlari-lari menuju ke terminal, awalnya saya kira ada kerusuhan, nggak taunya mereka berlari untuk mendapat antrian lebih awal di terminal bis untuk menuju kediaman mereka masing-masing karena kalau tidak demikian mereka harus menunggu lama, mengingat saat itu sarana transportasi di Harare masih langka (Tahun 1987), itu kata supir taxi yang saya sewa menuju flat, pantesan orang afrika sering jadi juara lomba lari karena sudah terbiasa ngejar bis ..... he he he.

Ada lagi hal yang beda di Harare dengan kota-kota Negara lain, sejauh yang saya ketahui, yaitu para pekerja/pelayan toko, Supermaket, Dept. Store jam kerjanya sama dengan pegawai kantoran, sehingga setelah selesai jam kantor seluruh toko-toko tutup demikian juga pada hari Sabtu toko buka hanya 1/2 hari dari pagi hingga pukul 12 siang saja, yang membuat kota Harare menjadi sunyi senyap suasananya seperti kondisi Jakarta Pasca Kerusuhan 1998.

Budaya antri itu terus beratahan dikalangan masyarakat hingga kini, ini pemandangan yang gue lihat di Addis Ababa, saat pada libur week end seperti biasa gue jalan-jalan ke pusat kota, kalo biasanya naik angkot, kali ini gue mau nyoba naik bus, tertarik karena dari bentuknya bus ini mirip bus trans jakarta. Gue pun gabung dengan yang lainnya ikut antri dengan tertib dan menunggu sampai busnya datang.

Masalah ngantri tidak hanya di Harare di Addis Ababa Ethiopia juga sama mereka rela berdiri berjam-jam lamanya mengantri untuk mendapatkan transportasi yang akan mengantar mereka ketujuannya masing-masing. Kalo soal ngantri orang Afrika nggak ada matinye, disiplin beet.



***(h@rs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inspirasi Jawa untuk Kain Tribal (Batik) Afrika

Saat mengunjungi   African Bazaar yang digelar di pelataran parkir gedung Uni Afrika (African Union) sabtu tanggal 30 Maret 2019 lalu,  peserta bazaar diikuti oleh beberapa Negara afrika, ketika saya berjalan melihat stand-stand peserta bazaar, di salah satu stand dari Negara afrika, kalau tidak salah stand dari Negara Tanzania,   seseorang menyapa saya dengan sebuah sapaan yang seharusnya saya dengar di Indonesia, “Sir, do you want Batik?”   Agak aneh rasanya jika seorang Indonesia seperti saya ditawari batik di Afrika sana. Saya pun membalas pertanyaannya dengan sebuah pertanyaan. “Do you know batik originally from Indonesia?” “I don’t know,” jawab si penjaga stand dengan santai. “I thought batik is from Africa.” dengan logat Inggris khas Afrika yang sering saya dengar saat dulu tinggal di Zimbabwe.  Seperti orang Indonesia yang “selalu tersinggung” bila ada negara lain yang mengklaim batik, saya pun sedikit agak ragu mendengar jawaban si penjaga s...

KATA PENGANTAR

              Ide untuk menulis  blog  ini datang ketika suatu hari aku melihat-lihat kembali album-album foto keluarga waktu kami berdomisili di Harare, Zimbabwe. Ketika itu anak-anak masih kecili-kecil, sekarang ketika mereka sudah beranjak dewasa, mereka pun banyak bertanya pada saat kami membenahi foto-foto ini, aku langsung sadar bahwa foto ini banyak memiliki kenangan dan mengisahkan pengalaman dan perjalanan hidup aku. Negeri adalah lokasi yang terasa oleh semua panca indera kita. Saat kaki mulai menapak di suatu tempat, maka semua indera kita merasakan apapun yang bisa dilumat, diserap, dicerna dan dinikmati. Semua dapat direkam oleh otak, kamera dijital, perekam video, untuk kemudian dikeluarkan kelak dalam sebuah cerita perjalanan. Mulut dapat berbicara tentang segala yang telah dirasa, tangan dapat menuliskan semua keasyikan pengalaman yang ada.  aku menjadi terinspirasi untuk menulis Otobiografi (pengalamanku ini) ...

CUMA LULUS SMA MAU JADI APA ??

Tidak terasa waktu ini berjalan sangat cepat rasanya, masih teringat dulu waktu masih balita, kedua orang tua sering mengajak saya jalan2 ke taman remaja (sebelahnya Gedung TVRI) untuk mencari hiburan di sana supaya saya bisa bersenang-senang, trus waktu beranjak, dari TK, SD, SMP, SMA amat disayangkan, karena kondisi perekonomian orang tua, saya tidak bisa menikmati bangku perkuliahan, dan sekarang sudah lebih dari 38 tahun saya meninggalkan bangku SMA itu dengan masa-masa yang indah. Perjalanan hidup itu banyak sekali lika likunya dan dilalui kadang suka tapi juga tidak sedikit merasakan duka pahitnya hidup ini. Tapi bagaimanapun itu puji syukur kehadirat Illa hi Robbi semua bisa dilalui dengan sebagaimana mestinya. Inilah fase pertama dalam kehidupan setelah dewasa, kemana kaki ini akan melangkah kita sendiri yang akan menentukan sebagai pilihan hidup kedepannya. Setiap orang mempunyai keinginan atau cita-cita, sebagai bekal hidup kelak dikemudian hari, Menyandang status penganggura...