Pada suatu hari dipertengahan tahun 1986 yang telah lalu saya berkunjung ke rumah Om Yanto adik kandung dari Bapak, yang berdomisili di Pondok Bambu, pada kunjungan waktu itu, saya berjumpa dengan Rudi, anak dari tante (adik Bapak yang lain) yang tinggal di Solo, Rudi baru saja menamatkan pendidikan SMAnya, datang ke Jakarta untuk mengadu nasib mencari pekerjaan dan tinggal untuk sementara waktu bersama Om saya itu, dari Rudi-lah saya mendapatkan informasi, bahwa ada lowongan pekerjaan sebagai staf kedutaan Indonesia di luar negeri, yang dia dapat dari Om, dan dia sudah mengirim berkas lamarannya melalui Om saya untuk diserahkan kepada mitra kerjanya di Biro Keuangan Deplu (Kemlu).
Dalam obrolan saya sore itu, dyngan penuh rasa antusias saya tanyakan kepada Rudi, mengenai apa saja persyaratannya agar bisa melamar untuk posisi pekerjaan yang dia katakan tadi. salah satu syaratnya adalah harus bisa berbahasa Inggris Mas, ujarnya, selain itu juga harus bisa mengemudikan kendaraan, waduuh..!! sepertinya kedua syarat tersebut tidak saya miliki.
Berbeda dengan Rudi meskipun tidak begitu lancar Bahasa Inggris tapi dia memiliki keahlian dalam mengemudikan kendaraan, itu sebabnya, kenapa Si Om tidak menawarkan kepada saya untuk akut mealier, ada sedikit rasa kecewa ketika mendengar itu, Rudi melihat raut muka saya, dia berusaha menghibur dan menyampaikan bahwa selain di Vancouver, Pemerintah juga berencana untuk membuka Kedutaan Besar RI di Harare, Zimbabwe, coba saja Mas tanyakan langsung kepada Om Yanto untuk lebih jelasnya, demikian Rudi menambahkan.
Dalam kesempatan di hari yang berbeda saya menyampaikan keinginan saya kepada Om Yanto untuk bisa ikut mencari peruntungan dengan melamar sebagai pegawai staf kedutaan, seperti yang sudah dilakukan oleh Rudi.
Akhirnya beliau setuju dengan alasan yang saya sampaikan dan memberi arayan agar saya segera membuat surat lamaran untuk posisi sebagi staf kedutaan di Harare, Zimbabwe. Lamaran pun sager saya buat dan serahkan ke Om untuk selanjutnya diteruskan ke Deplu.***(h@rs).
‘’ Lakukanlah. Tidak perduli bagaimana akhirnya, itu adalah sebuah pengalaman ‘’

Komentar
Posting Komentar